thumbnail
pendidikan

Aura Manusia



Jika mendengar kata "Aura" pasti kita teringat dengan anime populer jepang yaitu Hunter x Hunter. Aura yang dikenal pada anime tersebut disebut sebagai Nen. Nen terdiri dari 4 elemen dasar yaitu:
  1. Ten ( Point ) , yaitu merefleksikan diri sendiri, menfokuskan pikiran dan menentukan tujuan.
  2. Zetsu ( Tongue ), yaitu memasukkannya didalam kata-kata.
  3. Ren ( Temper ), yaitu mengintensifkan atau memperkuat kehendak.
  4. Hatsu ( Release ), yaitu memasukkannya dalam suatu tindakan.

Ketika seseorang telah dapat mengendalikan ke 4 elemen dasar dari Aura tersebut, maka orang tersebut dapat mengendalikan aura yang terdapat dalam dirinya yang terbagi menjadi 6 elemen.



Bagian Tengah ( HATSU ), ekspresi unik dan spesial dari seseorang
yang menciptakan aktivitas aura khusus.

Apakah Aura itu ada ?

Secara tidak langsung aktivitas yang manusia lakukan sehari-hari mengeluarkan Aura yang dimilikinya, walau hanya sedikit akan tetapi Aura memberikan efektivitas dan produktivitas pada kehidupan manusia.

Aura secara tidak langsung dapat dirasakan ketika anda bangun tidur di pagi hari, dimana seluruh tubuh anda seperti terselimut suatu hawa.

Sebelum melihat aura orang lain, ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan demi kesempurnaan hasil.

1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan
Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2 meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Tempelkanlah masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30 cm didepan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh. Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan
Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1. Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih. Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri
Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon. Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin. Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain
Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan memancarkan warna aura.

Ternyata warna aura bisa disejajarkan, diarahkan, ditransfer. Seketika, seseorang bisa cantik, sehat, bahkan sembuh dari beragam jenis penyakit yang diderita. Tergantung apa permintaannya. ADA orang yang cantik, ganteng penampilannya tapi kok tidak suka saja kita melihat dia. Bagaimana ini terjadi? Itulah yang disebut aura. Demikian pula kalau kita dekat dengan seseorang, ngomong-ngomong dengan orang itu, tapi tidak tahan lama. Ini namanya aura juga. Disadari atau tidak, telah terjadi transfer aura (baca: manifestasi dari warna tubuh).Selain tiga pelapisan dalam tubuh manusia, ternyata ada jendela-jendela maya, yang dalam bahasa metafisik disebut cakra. Cakra inilah yang mengeluarkan warna-warna yang tadi kita sebut aura. Manifestasinya muncul dalam banyak warna, ada kuning, hijau, biru, violet, merah, dan lain sebagainya. Seperti pelangi. Perpaduan warna pun banyak ditemukan.Beragam warna ini ada yang baik dan tak baiknya-maknanya relatif, tergantung teori yang digunakan-dari China, India ataupun Barat. Sama seperti manusia, pastinya ada yang perilakunya negatif, positif atau kombinasi di antara keduanya. Kabar baiknya, beraneka warna yang timbul ini bisa diarahkan, disejajarkan dengan konsep pelatihan (=terapi quantum). Bahkan kita bisa mengondisikan setiap saat, bagaimana warna aura yang kita inginkan. Ini dia inti konsep healing with (human) aura atau yang kini ngetop dengan sebutan aura healing.

Jangan kaget kalau anda melihat orang yang loyo, sakit, tiba-tiba jadi fit (bahkan cantik!), saat treatment aura healing di Rumah Cantik Citra, misalnya. Ini bukan sulap, bukan pula sihir. Aura bisa diatur sedemikian rupa sampai membentuk inner beauty. Untuk pemula, mesti ada bimbi¬ngan instuktur terlatih tentunya, yang pada saat itu dalam kondisi kesehatan prima.

Konsepnya sekilas mirip-mirip prana (=mengarahkan chi). Bedanya, yang bersangkutan juga perlu melakukan gerakan-gerakan tertentu, meditasi juga, untuk memadukan kondisi kognitif, afektif, dan psikomotorik agar bisa matching. Itulah tugas instruktur, mengarahkan emosi kliennya supaya stabil, good looking, sembuh dari penyakit (AIDS sekalipun!).

Teknik Dasar
Untungnya, setiap orang bisa melihat warna aura diri sendiri maupun orang lain, dengan melatih diri untuk berkonsentrasi. Meditasi menuju perkenalan terhadap aura, bisa dilakukan sendiri di rumah. Teknik dasarnya begini: di depan cermin, dengan latar belakang tubuh kita, dengan warna netral (tidak ada warna-warni yang terlalu mencolok), 60 senti di depan cermin, lihatlah sekitar bahu, telinga, kepala. Perhatikan dengan konsentrasi santai, fokus. Pada akhirnya anda akan menemukan warna-warna, sampai kesempurnaan warna itu tadi.

Tak Hafal Mantra
Anda tidak akan dibebani (tidak ada mantra yang mesti dihafalkan), namun harus tetap senyum, rileks, agar konsep penenangan pikiran, hati dan gerak bisa sejalan. Bisa berhasil mengubah warna aura sampai yang diinginkan. Bisa jadi warna yang diinginkan menampilkan pribadi yang lebih optimis, kreatif. Atau warna yang berhubungan dengan seni ingin dikurangi.
Bagi yang tengah mencari jodoh, warna yang berhubungan dengan percintaan yang ditingkatkan. Bisa jadi bagi yang tidak punya wibawa, ingin warna yang relevan karena ia membutuhkannya segera. Seperti pelukis, tergantung bagaimana kita bisa mencampur warna-warni itu dengan serasi, inilah yang dilakukan dalam menyembuhkan diri sendiri lewat aura healing.
Begitulah, ‘dari A sampai Z’ perihal aura healing, yang diuraikan panjang lebar oleh Muhar Omtatok, Master Aura Healing di Sumatera (yang juga Ketua Umum Majelis Kaji Metafisika, Ketua Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia-FKPPAI DPC Medan sekitarnya).

How-to-Clean Your Aura (10-15 min)
  • Berdiri di bawah air terjun atau shower.
  • Sabuni tubuh anda dengan salt bath.
  • Gunakan jari-jari tangan sebagai ‘sisir’. ‘Sisirlah’ sekeliling seluruh badan anda, dari kepala hingga jari kaki. Sebelumnya, bersih¬kan tangan anda dengan air yang mengalir dari kran.
  • Berjalan-jalan kala hujan turun.
  • Tebarkan aroma lavender dan atau sweetgrass di sekeliling tubuh anda.
  • Berlari dan bermain lepas di alam bebas.

Lalu bagaimana cara alami merasakan atau melihat pancaran Aura ?

Cobalah anda lakukan metode ini.
  1. Carilah tembok putih.
  2. Hangatkan telapak tangan anda, dan fokuskan diri anda serileks mungkin dengan menghembuskan nafas perlahan hingga anda merasakan nafas anda teratur, lakukan lah irama pernafasan anda sesuai dengan ritme yang teratur untuk 10 - 15 detik.
  3. tanpa menghilangkan ritme pernapasan anda, tempelkan telapak tangan anda ke tembok.
  4. lakukan pernafasan secara teratur, dan bayangkan aliran tenaga dari dalam tubuh anda ke telapak tangan anda.
  5. Akan terlihat 2 tipe warna di tembok bekas telapak tangan anda, yaitu Warna yang menggambarkan Aura anda saat ini ( MeJiKuHiBiNiU), atau anda hanya melihat bayangan-bayangan Putih ( aura yang belum terbentuk sepenuhnya ).

AURA MANUSIA DARI PANCARAN WARNA AURA

Kebanyakan dari metode ini menghasilkan Aura putih bening atau tidak jelas, itu karna anda masih dalam masa tahap merasakan aura, ketika anda dapat merasakan aura maka anda dapat melihat warna dari bekas telapak tangan anda yang terletak di tembok.



Gambar Pancaran Aura Manusia, Melalui Photo Aura

Berikut merupakan beberapa arti dari 12 pancaran Aura, yaitu :


MERAH
Jika seseorang pancaran auranya berwarna merah berarti ia dipenuhi sifat kuasa dan ego untuk mencapai kesuksesan.Warna merah ini sering tertahan dimasa kecil, dimana dari lingkungan keluarganya dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita keluarga, sehingga tampak keruh dan berantakan.Setelah beranjak dewasa dan mampu hidup mandiri, auranya akan meluas dan ia akan mampu melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.

Orang yang mempunyai warna latar aura merah, sifatnya suka memrintah, bertanggung jawab dan mempunyai sifat pemimpin. Mempunyai sifat kasih sayang dan sikap hangat kepada sesama. Merah juga menAndakan sifat berani.Sifat negative dari warna merah adalah penggugup.

JINGGA (Pink)
Seseorang yang pancaran auranya berwarna jingga, maka ia mempunyai sifat kepedulian.Mempunyai sifat alami kemampuan intuitif, bijaksana dan mudah bergaul. Warna jingga mempunyai sifat sebagai juru damai, timbang rasa, praktis. Sifat negatif warna jingga adalah, malas, tidak mampu dan tidak peduli.

KUNING
Seseorang yang pancaranya auranya berwarna kuning, mempunyai sifat yang antusias dan mengasyikan. Berpikir dengan cepat dan menghibur orang lain. Senang berkumpul, menikmati percakapan yang panjang. Senang belajar tapi sifatnya hanya coba-coba sehingga pengetahuanya hanya sebatas kulitnya saja. Warna kuning juga suka dengan gagasan dan berekspresi. Sifat negative dari warna kuning adalah malu-malu dan suka berdusta.

HIJAU
Jika seseorang pancaran auranya berwarna hijau, maka ia mempunyai sifat sejuk dan damai dan ia juga berbakat untuk menjadi seorang penyembuh alami. Sikapnya kooperatif, dapat dipercaya, dan murah hati. Sifat hijau menyukai tantangan, bekerja tanpa kenal lelah, mudah dimintai tolong. Sifat negatifnya bersifat kaku dalam memAndang setiap persoalan.

BIRU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna biru, orang tersebut secara alami mempunyai sifat positf dan antusias. Warna biru biasanya berhati muda, tulus, jujur dan jika bertindak sesuai dengan pikirannya. Mempunyai kebebasan, tidak suka dibatasi atau dilarang. Menyukai perjalanan, menyaksikan tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru, bisa menutupi perasaan dan bisa menyimpan rahasia. Sifat negatifnya kesulitan menyelesaikan tugas.

NILA
Sifatnya hangat, menyembuhkan dan mengasuh. Senang memecahkan maslah, senang menolong. Sifat negatifnya ketidakmampuan mengatakan “tidak” sehingga sering dimanfaatkan orang lain.

UNGU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna ungu, maka ia menyukai kegiatan-kegiatan spiritual dan metafisika. Sifat negatifnya merasa unggul dari yang lain.

PERAK
Mempunyai gagasan-gagasan besar, namun sebagian diantaranya tidak praktis. Sering tidak mempunyai motivasi.

EMAS
Mempunyai kemampuan menangani proyek-proyek dan m?empunyai tanggung jawab dalam skala besar. Mempunyai sifat kharismatik, pekerja keras, sabar. Mencapai kesuksesan pada usia lanjut.

MERAH JAMBU
Mempunyai sifat yang tegas, keras kepala, cita-citanya tinggi dan mempunyai perencanaan. Secara alami mereka mereka adalah orang-orang sederhana, tidak berlagak, senang menjalankan hidup dengan tenang.

PUTIH
Sifatnya tidak menonjolkan diri, sederhana, sangat manusiawi laksana orang-orang suci. Tidak mempunyai sifat ego, lebih tertarik pada kesejahteraan orang lain.Intuitif, bijaksana, idealis dan cinta damai.

HITAM
Bila seseorang pancaran auranya berwarna hitam, bisa diartikan orang tersebut diselubungi oleh kemisterian, karena orang ini sifatnya kadang terbuka dan kadang tertutup. Warna hitam bisa diartikan mempunyaisifat yang tidak baik, culas artinya mempunyai maksud jelek terhadap oaring lain yang ditemuinya. Jika warna hitam berkombinasi dengan warna merah, orang tersebut mempunyai sifat yang tidak baik dan jahat.

Bagaimana? Apakah arti dari pancaran aura warna Anda saat ini? Pancaran aura Anda saat ini dipengaruhi oleh emosi anda saat ini ataupun merupakan aura yang terdapat pada diri Anda melalui kepribadian atau karakter yang di bentuk oleh diri Anda.

Walau bagaimanapun gerakan cahaya aura ini tidak tetap dan sering berubah-ubah mengikut keadaan fizikal, suhu tubuh, psikologi, tenaga dan pemakanan seseorang. Keadaan ini menyebabkan cahaya dalaman diri seseorang berkemungkinan menjadi tidak stabil atau tidak terkutub lalu mengubah keadaan auranya.

Untuk mendapat imej aura yang bermutu tinggi, gerakan dalam sembahyang menerusi rahsia berdiri tegak dan gerakan rukun yang lain akan memerangkap cahaya daripada gelombang yang bergerak dan terpancar di dalam satu garisan lurus melalui tulang belakang. Justeru ibadah sembahyang atau solat di dalam Islam yang dipelihara rukun menurut kedudukan tegak dan lurus pada sudut-sudut yang tepat (contohnya ketika rukuk) amat relevan dengan kajian dan pendedahan dimensi aura sebagai salah satu juzuk atau elemen cahaya yang mengisi ruang alam semesta. Inilah sedikit rahsia atau hikmah ibadah yang amat bernilai kepada manusia yang menghayatinya.

Banyak orang menduga aura hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin tingkat tinggi, atau dengan bantuan khodam. Yang lebih modern, aura dapat terlihat jelas lewat hasil jepretan kamera kirlian. Tapi tahukah, aura sebenarnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Tips berikut ini akan memandunya. Namun sebelum kita ulas lebih jauh, ada baiknya kita tengok sejenak mengenai apa dan bagaimana sifat aura itu. Maksudnya agar kita tidak berpijak pada pemahaman yang salah.

Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :
  • Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kedewasaan kepribadian seseorang.
  • Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan kepribadian yang berbeda.
  • Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan indra peraba kulit maupun dengan tongkat deteksi.
  • Aura seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga dapat bertambah maupun dapat berkurang karena faktor lingkungan.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura tetap cemerlang, diantaranya :
  • Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
  • Olahraga yang cukup dan teratur.
  • Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.
  • Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol dan obat terlarang.
  • Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan kegiatan-kegiatan yang buruk.
  • Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan memperbanyak rasa kasih sayang.